The Old Tales Revealed #4
Pulang.
Kadang aku tak memiliki alasan untuk pulang ke rumah. Salah
satu alasan aku pulang adalah untuk menemani kesepian ibuku. Itu saja. Bahkan
sebenarnya aku lebih baik tak usah pulang. Pertengkaran yang aku lihat hampir
setiap hari cukup memuakkan memori otakku. Mungkin ini salah satu alasan, mengapa saat ini fungsi otakku dalam mengingat berjalan kurang baik. Karna aku terlalu keras belajar melupakan, melupakan memori-memori yang tidak sebaiknya aku simpan, menghilangkan memori yang seharusnya tidak pernah aku beri ruang.
Pertengkaran.
Mungkin itu memori tentang keluarga yang bisa
aku ceritakan. Banyak cerita yang bisa aku kisahkan. Karna terlau banyak aku
sampai bingung.
Harmonis.
Salah satu konsep yang belum benar-benar bisa aku
pahami sampai sekarang. Keluarga harmonis? Kira-kira seperti apa ya. Mungkin
seperti yang aku lihat di kebanyakan rumah temanku. Orang tua mereka bersanding
mesra, penuh gelak tawa kehangatan yang begitu terasa.
Hampa.
Itu yang aku rasakan ketika pulang. Bahkan saat duduk
di ruang keluarga. Tidak ada gelak tawa, apalagi orang tua yang bersanding
mesra. Hanya aku yang duduk sendiri dan kucing peliharaan yang menghampiri,
menemani hati yang sedih. Ibu tidur di kamar sendiri, adik pergi bermain dengan
temannya, ayah entah berada dimana.
Tangis.
Hal rutin yang aku lakukan hampir setiap hari.
Rasanya tidak lengkap jika tidak melakukannya. Tidak perlu aku sampaikan, kau
sudah tau mengapa aku melakukannya sesering itu.
Komentar
Posting Komentar