Elegi
Tidak pernah sepenuhnya hilang, Tidak pernah dengan bersih kubuang, Masih ada yang tersisa, Masih ada yang kusisa, Akan apa yang terjadi tentang kita, Hampir semua masih bisa kurasa. Semua tersusun rapih, Dalam bingkai rapuhnya memori, Yang kucoba tanam setiap hari, Dan masih, Ia muncul tanpa permisi. Genggam lembut tanganmu Masih berbekas disela jari, Tatapan kagummu, Masih bisa ku bayangkan lagi dan lagi. Jika ada satu hal yang ingin kutanyakan pada diri sendiri. Mengapa pagi itu, Dengan bodoh ku biarkan kau pergi… Masih kah kau ingat senja itu, Dimana tangan kita menggenggam satu sama lain, Lalu perlahan mulai melepaskan. Senyum yang aku yakin, hanya dapat kulihat untuk terakhir kali. Sebelum menjadi milik yang lain. Mengapa kita tidak bisa bersatu waktu itu ? Sekian tahun berlalu, ada lagi yang datang membawa harapan.. Sangat mirip sepertimu.. Semua temanku pun bilang hal yang sama Apakah mungkin aku belum be...