Life is a Mistery, and it always be

Malam ini aku membaca sebuah snapstory dari seorang teman. Didalamnya ia menjelaskan bahwa ia menonton sebuah film 2 kali, dan kedua kalinya ia menonton ia tidak mendapat perasaan-perasaan sebagaimana yang ia dapatkan saat ia menonton pertama kali. Bisa dibilang, ketika menonton yang kedua kali misterinya sudah hilang, karena kita sudah tahu bagaimana alurnya akan membawa kita. Tidak ada kejutan lagi.

Yang menarik perhatian saya dari snapstory teman saya juga adalah kalimat "Apa jadinya jika misteri kehidupan (jodoh, rezeki, kematian) bukan lagi misteri bagi kita?" Saya sedikit berhenti di kalimat ini dan saya baca ulang-ulang lagi. Mencoba memberi makna dari apa yang baru saya baca. Jika ditekankan pada kaitannya dengan film yang dia tonton dua kali dan sudah bukan lagi misteri dan sudah jadi tidak "seseru" awalnya. Saya setuju.

Apabila Jodoh, Rezeki dan Kematian sudah kita ketahui lebih dulu. Mungkin kita tidak akan dapat apa-apa. Tidak ada semangat memperbaiki dan memantaskan diri untuk menjemput jodoh, tidak ada semangat dan tindakan lebih keras untuk mencari rezeki esok hari, atau tidak lagi ada semangatnya terus menerus mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan ajal. Jika kita sudah mengetahui misteri Allah terkait hal itu, hilang sudah seru-serunya, deg-degannya, usaha-usahanya, doa-doa dimalam hari dari hal-hal yang saya sebutkan diatas, hilang serunya memperjuangkan Jodoh, Rezeki dan Maut karena sudah tahu, karena sudah pasti.

Lalu yang muncul hanyalah "Ngapain saya mikirin itu (Jodoh Rezeki Kematian) yak (kan sudah tahu juga)". Saya bersyukur bahwa hal-hal itu menjadi misteri kehidupan yang Allah siapkan sebagai sebuah kejutan. Sehingga saya bisa menikmati prosesnya, sehingga saya masih bisa mikirin dan penasaran, sehingga saya masih bis ngerasain nikmatnya belajar, mempersiapkan dan berjuang sampai datang waktunya Allah yang memberi kejutan-kejutan itu secara langsung.

Bukankah misteri-misteri ini juga, yang sejatinya membuat kita belajar lagi dan lagi, memperbaiki diri lagi dan lagi, mendekatkan diri lagi dan lagi, berusaha lebih keras lagi dan lagi, berdoa lebih khusyuk lagi dan lagi. Selalu ada pelajaran yang dapat diambil disetiap prosesnya. Dan akan selalu ada diri yang lebih baik lagi di setiap prosesnya, ketika kita mau menerima, belajar, bangkit, berubah dan terus berjalan. Tentunya ke arah yang lebih baik. Pada akhirnya, apapun yang Allah takdirkan kepada kita, bukankah itu adalah yang sebaik-baiknya untuk kita. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu.

Terimakasih Teman sudah mengingatkan lagi dan lagi. Allah menjagamu selalu :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah.

Roti Bakar Gula Pasir

The Old Tales Revealed #2