The Old Tales Revealed #1
![]() |
| Pict by Google |
Sebenarnya aku tidak paham apa itu cinta,
Bagaimana
bentuknya, bagaimana kita saat mencintai orang lain, atau bagaimana rasanya
benar-benar dicintai. Rasanya begitu,
Membingungkan.
Menjalin kasih.
Bukan cuma sekali, dua kali. Mungkin sekitar 5 kali.
Konsep cinta bahkan belum aku pahami sampai sekarang.
Yang aku tau setiap mencinta dan dicinta pasti mendatangkan
banyak janji yang mungkin tak akan di tepati.
Dalam cinta aku adalah orang yang bodoh.
Aku selalu ingat akan semua janji-janij bodoh yang bahkan aku
tau mungkin tidak akan ditepati, walaupun sudah mencoba untuk tidak
menganggapnya serius tetapi masih saja aku lakukan.
Rasanya sekali kata janji kudengar, otak menyimpan secara
otomatis dalam memori jangka panjang dan menunggu untuk di tagih nantinya.
Andai dalam pelajaran otak akan berkerja sama seperti itu, mungkin Statistik
semester kemarin aku tidak akan memperoleh nilai C, dan harus mengulangnya saat
liburan.
Yah memang, aku bodoh dalam hal cinta, kadang kalau sudah
mencinta tidak perduli lagi dengan diri sendiri, seakan ingin terus
membahagiakan orang yang kita cintai.
Saat makan walau lapar, rela menyisihkan makanan lebih untuk
mereka.
Saat ingin menentukan tempat makan, rela memberikan pilihan
kepada mereka apa yang mereka sukai.
![]() |
| Pict by Google |
Saat hujan datang, rela memberikan kesempatan mereka untuk
mengenakan jas hujan dengan berdalih “aku di belakangmu, tidak akan kena hujan,
ini juga tidak terlalu lebat, kau lebih membutuhkannya”
Saat tidak mendapat kabar, berusaha mencari informasi dan
panik setengah mati, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Cinta membuat ku bodoh, kadang masih tetap berdiri walau
sudah sakit dan kecewa berkali-kali, kadang bertahan sampai menunggu orang yang
kita cintai lelah sendiri sampai melupakan “Aku ga bakalan capek dan bosan sama
kamu, aku mau sampe tua sama kamu, aku ga mau pisah sama kamu” yang pernah dia
ucapkan.
Ya memang rata-rata mereka melanggar apa yang sudah mereka
ucapkan sendiri, ikrar yang sudah mereka buat sendiri. Seringkali saat orang
yang kita cintai berkata berlebihan, aku selalu meminta dia untuk berhenti
mengatakannya, karna aku tau apa yang di katakannya hanya berlaku pada detik
itu, mungkin tidak berlaku pada detik selanjutnya.


Komentar
Posting Komentar